Seberkas Sinar

Cipt: Deddy Dores
Menengah
↓ - ↓ ↑ - ↑ ↓ - ↓ ↑
#Pop #Rock #Slow Rock
1x dilihat
Nada
Intro:
Am Em F Am
Am Em F G Am
Am Dm G C F Dm E

Verse 1:
Kala ku seorang diri
Am
Hanya berteman sepi dan angin malam
Am G
Kucoba merenungi
F
Tentang jalan hidupku, ho-oh
Dm E Am

Verse 2:
Kulangkahkan kakiku
Am
Dan menyimak sebuah arti kehidupan
Am G
Hati s'lalu bertanya
F
Adakah kasih suci?
Dm E

Pre-Chorus:
Dalam cinta, ha-ha
Am Dm Am
Adakah cintamu?
G C
Ha-ha-ha-ha-ha
F Dm E

Chorus:
Seberkas cahaya terang
C G F
Menyinari hidupku
C F G
Sesejuk embun-embun di pagi hari
C G E Am G
Dambaan insan di dunia ini
F E Am

Interlude 1:
Am Dm G C
F Dm E

Chorus:
Seberkas cahaya terang
C G F
Menyinari hidupku
C F G
Sesejuk embun-embun di pagi hari
C G E Am G
Dambaan insan di dunia ini
F E Am

Interlude 2:
Am Em F Am
Am Em F G Am

Verse 3:
Jauh kudengar lagu
Am
Di keheningan malam aku sendiri
Am G
Kucoba merenungi
F
Tentang jalan hidupku
Dm E

Pre-Chorus:
Dalam cinta, ha-ha
Am Dm Am
Adakah cintamu?
G C
Ha-ha-ha-ha-ha
F Dm E

Chorus:
Seberkas cahaya terang
C G F
Menyinari hidupku
C F G
Sesejuk embun pagi
C G F
Dalam cita cintaku
C F G

Chorus:
Seberkas cahaya terang
C G F
Menyinari hidupku
C F G
Sesejuk embun pagi
C G F
Dalam cita cintaku
C F G C

Makna & Cerita di Balik Lagu

Lagu legendaris "Seberkas Sinar" menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang tengah berada dalam fase kesepian, perenungan mendalam, dan pencarian makna hidup yang sejati. Di tengah gulita dan dinginnya angin malam, sang tokoh utama mempertanyakan arti dari kasih suci dan keberadaan cinta yang tulus di dalam dunia ini. Liriknya memancarkan harapan bahwa selalu ada secercah cahaya terang yang siap menuntun jiwa keluar dari kegelapan, memberikan kesejukan batin bagaikan embun pagi yang menyegarkan.

Fakta & Trivia Menarik

Dirilis pada bulan Oktober 1989, "Seberkas Sinar" merupakan lagu utama dari album studio debut Nike Ardilla yang bertajuk sama di bawah naungan label Ariesta Records / Proyek Q. Diciptakan oleh musisi legendaris Deddy Dores, lagu bergenre slow rock ini meledak luar biasa di pasaran hingga terjual ratusan ribu kaset dan melambungkan Nike Ardilla—yang saat itu baru berusia 13 tahun—menjadi ikon lady rocker terbesar dalam sejarah musik Indonesia.