Gelas-Gelas Kaca

Cipt: Rinto Harahap
Menengah
↓ - ↓ ↑ - ↑ ↓ - ↓ ↑
#Pop #Melancholic Pop
1x dilihat
Nada
Intro:
Em Am B Em
Am Em B Em

Verse 1:
Gelas-gelas kaca...
Em
Tunjukkan padaku...
Am
Siapa diriku ini...
B Em
Ayah aku tak punya...
Am
Ibu pun tak punya...
Siapa pun aku tak punya...
Em
Hanya air mata...
B
Yang selalu bercerita... kepadaku...
Em

Verse 2:
Gelas-gelas kaca...
Em
Bunyikan suara...
Am
Di manakah aku kini...
B Em
Sepi yang mencekam...
Am
Menusuk hatiku...
Ke mana aku melangkah...
Em
Aku ingin pulang...
B
Ke pangkuan ibunda... sayang...
Em

Chorus:
Mataku terpejam...
Am
Hati pun menangis...
Em
Menantikan dirimu...
B Em
Malam yang berlalu...
Am
Tak pernah tersenyum...
Em
Menghantarkan tidurku...
B Em

Bridge:
Gelas-gelas kaca...
B
Berikan aku cerita...
Em
Gelas-gelas kaca...
B
Di manakah ayah bunda...
Em

Verse 2:
Gelas-gelas kaca...
Em
Bunyikan suara...
Am
Di manakah aku kini...
B Em
Sepi yang mencekam...
Am
Menusuk hatiku...
Ke mana aku melangkah...
Em
Aku ingin pulang...
B
Ke pangkuan ibunda... sayang...
Em

Chorus:
Mataku terpejam...
Am
Hati pun menangis...
Em
Menantikan dirimu...
B Em
Malam yang berlalu...
Am
Tak pernah tersenyum...
Em
Menghantarkan tidurku...
B Em

Outro:
Gelas-gelas kaca...
B
Berikan aku cerita...
Em
Gelas-gelas kaca...
B
Di manakah ayah bunda...
Em
Em

Makna & Cerita di Balik Lagu

Lagu legendaris "Gelas-Gelas Kaca" menceritakan tentang kepedihan dan kesepian mendalam seorang anak yatim piatu yang kehilangan tempat bersandar dan kasih sayang orang tua. Metafora 'gelas-gelas kaca' menggambarkan kerapuhan jiwa, ketidakpastian hidup, serta kerinduan yang sangat besar akan kehangatan keluarga. Melalui lirik yang puitis dan melodi yang syahdu, lagu ini merekam jeritan hati manusia yang merasa terasing di tengah kerasnya dunia, menjadikan setiap baitnya sarat akan emosi duka yang abadi.

Fakta & Trivia Menarik

Dirilis pada tahun 1985, "Gelas-Gelas Kaca" merupakan lagu utama dari album studio legendaris Nia Daniaty yang bertajuk sama di bawah naungan Akurama Records. Diciptakan oleh maestro lagu melankolis Rinto Harahap, lagu bertema jeritan hati anak yatim piatu ini mencetak sukses spektakuler hingga meraih penghargaan album terlaris di masanya. Karya sendu ini menjadi signature song paling fenomenal sepanjang perjalanan musik Nia Daniaty dan diakui sebagai salah satu mahakarya pop klasik terbesar dalam sejarah musik Indonesia.